Jumat, 15 April 2011

TUGAS MTK & IAD


STRUKTUR DAN KOMPOSISI BUMI

Berdasarkan gelombang seismic struktur internal bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama, yaitu inti (core), mantel (mantle) dan kerak (crust).
compass-core.png
 Inti bumi (core)
Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900-6371 km. Terbagi menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang memiliki kedalaman 2900-5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang berkedalaman 5100-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman Discontinuity.
Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel.

Mantel bumi (mantle)
Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi terbagi menjadi dua yaitu mantel atas yang bersifat plastis sampai semiplastis memiliki kedalaman sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai 2900 km.
Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas bagian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer.
Kerak bumi (crust)
Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Kerak bumi dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
Kerak samudra
tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie, 1982)dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi basalt.
Kerak benua
tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km (Condie !982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85 gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.
Disamping perbedaan ketebalan dan berat jenis, umur kerak benua biasanya lebih tua dari kerak samudra. Batuan kerak benua yang diketahui sekitar 200 juta tahun atau Jura. Umur ini sangat muda bila dibandingkan dengan kerak benua yang tertua yaitu sekitar 3800 juta tahun. Penyebab perbedaan umur ini akan dibahas pada bab selanjutnya.
Bentuk
Putaran rotasi bumi pada poros utara-selatan yang berakibat terjadinya siang dan malam. Bentuk planet Bumi sangat mirip dengan bulat pepat (oblate spheroid), sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi bumi, menyebabkan ukuran diameter katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub. Diameter rata-rata dari bulatan bumi adalah 12.742 km, atau kira-kira 40.000 km/π. Karena satuan meter pada awalnya didefinisikan sebagai 1/10.000.000 jarak antara katulistiwa ke kutub utara melalui kota Paris, Perancis.
Topografi lokal sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal yang mulus, meski pada skala global, variasi ini sangat kecil. Bumi memiliki toleransi sekitar satu dari 584, atau 0,17% dibanding bulatan sempurna (reference spheroid), yang lebih mulus jika dibandingkan dengan toleransi sebuah bola biliar, 0,22%. Lokal deviasi terbesar pada permukaan bumi adalah gunung Everest (8.848 m di atas permukaan laut) dan Palung Mariana (10.911 m di bawah permukaan laut). Karena buncitan khatulistiwa, bagian bumi yang terletak paling jauh dari titik tengah bumi sebenarnya adalah gunung Chimborazo di Ekuador. Proses alam endogen/tenaga endogen adalah tenaga bumi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga alam endogen bersifat membangun permukaan bumi ini. Tenaga alam eksogen berasal dari luar bumi dan bersifat merusak. Jadi kedua tenaga itulah yang membuat berbagai macam relief di muka bumi ini seperti yang kita tahu bahwa permukaan bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan permukaan bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief bumi.




Komposisi kimia
Tabel Kerak oksida F. W. Clarke
Senyawa
Formula
Komposisi
SiO2
59,71%
Al2O3
15,41%
CaO
4,90%
MgO
4,36%
Na2O
3,55%
FeO
3,52%
K2O
2,80%
Fe2O3
2,63%
H2O
1,52%
TiO2
0,60%
P2O5
0,22%
Total
99,22%
Massa bumi kira-kira adalah 5,98×1024 kg. Kandungan utamanya adalah besi(32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), sulfur (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), and aluminium (1,4%); dan 1,2% selebihnya terdiri dari berbagai unsur-unsur langka. Karena proses pemisahan massa, bagian inti bumi dipercaya memiliki kandungan utama besi (88,8%) dan sedikit nikel (5,8%), sulfur (4,5%) dan selebihnya kurang dari 1% unsur langka.
Ahli geokimia F. W. Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen. Batuan-batuan paling umum yang terdapat di kerak bumi hampir semuanya adalah oksida (oxides); klorin, sulfur dan florin adalah kekecualian dan jumlahnya di dalam batuan biasanya kurang dari 1%. Oksida-oksida utama adalah silika, alumina, oksida besi, kapur, magnesia, potas dan soda. Fungsi utama silika adalah sebagai asam, yang membentuk silikat. Ini adalah sifat dasar dari berbagai mineral batuan beku yang paling umum. Berdasarkan perhitungan dari 1,672 analisa berbagai jenis batuan, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% batuan terdiri dari 11 oksida (lihat tabel kanan). Konstituen lainnya hanya terjadi dalam jumlah yang kecil.


TUGAS MTK & IAD



Asal Usul Tsunami – Kata tsunami berasal dari bahasa jepang. Tsu yang berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi di Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 197 tsunami telah terjadi di jepang. Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.
Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan “pasang-surut” meliputi “kemiripan” atau “memiliki kesamaan karakter” dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.
Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti “gelombang”. Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.



Penyebab Terjadinya Tsunami

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Gempa yang menyebabkan tsunami
  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

TUGAS MTK & IAD


Gunung berapi terbentuk ketika magma mencapai permukaan bumi, menyebabkan letusan lava dan abu. Mereka terjadi pada destruktif (kompresi) dan konstruktif (tensional) batas lempeng.
Dampak langsung dari letusan gunung berapi dapat menghancurkan, tetapi mereka mungkin akan bermanfaat dalam jangka panjang.
 Dampak Gunung Berapi
Fakta:
Kunci hal yang harus Anda ketahui tentang gunung berapi:
• gunung berapi dibentuk dengan letusan lava dan abu.
•Gunung berapi  biasanya berbentuk kerucut gunung atau bukit.
• Ketika magma mencapai permukaan bumi disebut lava. Ketika lava mendingin, membentuk batu.
• Letusan Gunung bisa terjadi pada batas destruktif dan konstruktif, namun tidak pada batas konservatif.
• Beberapa gunung berapi terjadi di bawah air, sepanjang lantai dasar laut atau laut.


Bagaimana bentuk gunung berapi
Krakatau di Selat Sunda, Indonesia
1. Magma naik melalui retakan atau kelemahan dalam kerak bumi.
2. Tekanan membangun dalam bumi.
3. Bila tekanan ini dilepaskan, misalnya sebagai akibat dari pergerakan lempeng, meledak magma ke permukaan menyebabkan letusan gunung berapi.
4. Lava dari letusan mendingin untuk membentuk kerak baru.
5. Seiring waktu, setelah beberapa letusan, batu membangun dan bentuk gunung berapi
Di dalam sebuah gunung berapi
Diagram dari sebuah gunung berapi
• Ruang magma adalah kumpulan magma dalam bumi, di bawah gunung berapi.
• ventilasi utama adalah outlet utama bagi magma untuk melarikan diri.
• ventilasi sekunder outlet yang lebih kecil melalui mana escapes magma.
• Kawah ini dibuat setelah sebuah pukulan letusan dari puncak gunung berapi.
Sebuah letusan terjadi ketika tekanan dalam magma magma pasukan ruang Facebook utama curhat, menuju kawah di puncak gunung berapi. magma Beberapa juga akan dipaksa keluar dari ventilasi sekunder di sisi gunung berapi.



Berbagai jenis gunung berapi
Gunung berapi dapat digambarkan dalam hal kegiatan dan dapat:
• Masih aktif dan sering meletus.
• tidak aktif (sementara tidak aktif namun belum sepenuhnya punah).
• Punah (pernah kemungkinan meletus lagi).
Gunung berapi juga dapat dijelaskan oleh bentuk atau jenis:
Shield gunung berapi
Ciri-ciri gunung berapi perisai
• Shield gunung berapi biasanya ditemukan pada batas konstruktif atau tensional.
• Mereka yang rendah, dengan sisi landai.
• Mereka dibentuk oleh letusan tipis, lava meler.
• Letusan cenderung sering namun relatif lembut.
Komposit gunung berapi
Karakteristik gunung berapi komposit
• Komposit gunung berapi yang terdiri dari bolak lapisan lava dan abu (gunung berapi lain hanya terdiri dari lava).
• Mereka biasanya ditemukan pada batas merusak atau kompresi.
• Para letusan dari gunung berapi mungkin aliran piroklastik daripada aliran lava. Aliran piroklastik adalah campuran panas, abu batu uap, dan debu.
• Aliran piroklastik dapat berguling menuruni sisi gunung berapi di kecepatan yang sangat tinggi dan dengan suhu lebih dari 400 ° C.
Dampak letusan gunung berapi
Helgafjell Volcano, Islandia
Letusan gunung berapi dapat memiliki dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan.Namun, tidak seperti gempa bumi, gunung berapi juga dapat memiliki dampak positif pada suatu daerah. Dampak positif dapat membantu untuk menjelaskan mengapa orang memilih untuk tinggal di dekat gunung berapi.
Positif dan negatif dampak dari letusan
Positif Negatif
Pemandangan dramatis yang diciptakan oleh letusan gunung berapi menarik wisatawan. Hal ini membawa penghasilan ke suatu daerah. Banyak nyawa bisa hilang sebagai hasil dari letusan gunung berapi.
Lava dan abu diendapkan selama letusan yang menyusup ke bawah untuk memberikan nutrisi yang berharga untuk tanah. Hal ini menciptakan tanah yang sangat subur yang baik untuk pertanian Jika abu dan lumpur dari campuran letusan gunung berapi dengan air hujan atau salju mencair, lumpur bergerak cepat diciptakan. Arus ini disebut lahar.
Tingginya tingkat panas dan aktivitas di dalam bumi, dekat dengan gunung berapi, dapat memberikan peluang untuk menghasilkan energi panas bumi. Arus Lava dan lahar dapat menghancurkan permukiman dan area yang jelas hutan atau pertanian.
Montserrat adalah sebuah pulau kecil di Karibia. Ada area vulkanik yang terletak di bagian selatan pulau di Soufriere Hills disebut Kemungkinannya Peak. Sebelum tahun 1995 itu telah tidak aktif selama lebih dari 300 tahun. Pada tahun 1995 gunung berapi yang mulai mengeluarkan tanda-tanda peringatan dari suatu letusan (gempa bumi dan letusan kecil dari debu dan abu). Setelah Kesempatan Peak telah terbangun itu kemudian tetap aktif selama lima tahun. Letusan paling intens terjadi pada tahun 1997.
Selama waktu ini, Montserrat hancur oleh aliran piroklastik. Populasi kecil dari pulau (11.000 orang) dievakuasi pada tahun 1995 di sebelah utara Montserrat serta tetangga pulau dan Inggris.
Meskipun evakuasi, 19 orang terbunuh oleh letusan sebagai sekelompok kecil orang memilih untuk tinggal di belakang untuk mengawasi tanaman mereka.
Letusan gunung berapi dan lahar telah menghancurkan area yang luas Montserrat. Ibukota, Plymouth, telah tercakup dalam lapisan abu dan lumpur. Banyak rumah dan bangunan telah hancur, termasuk-satunya rumah sakit, bandara dan banyak jalan.
Jangka pendek tanggapan dan hasil
• Evakuasi.
• Pengabaian ibukota.
• Pemerintah Inggris memberikan uang untuk kompensasi dan pembangunan kembali.
• Pengangguran meningkat karena runtuhnya industri pariwisata.
• Sebuah zona eksklusi didirikan di wilayah gunung berapi.
• Sebuah observatorium vulkanik dibangun untuk memantau gunung berapi.
• Baru jalan dan sebuah bandara baru dibangun.
• Layanan di bagian utara pulau itu diperluas.
• Kehadiran gunung berapi menghasilkan pertumbuhan pariwisata.